"Selamat datang di darsonmate. Kita akan berbagi pengalaman dan persahabatan. Ok"

Selasa, 28 Desember 2010

Model-model Pembelajaran Matamatika

METODE DAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Oleh : Darsono, S.Pd.
(Disajikan dalam kegiatan In Service program MGMP Matematika “BERMUTU” tahun 2010)

A. Pendahuluan
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.
Lebih lanjut dalam Permendiknas No. 22 Tahun 2006 (Depdiknas, 2006) menyatakan bahwa pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.
Read More..

Kurikulum Jepang dan Filipina

ANALISIS ” Kurikulum Pendidikan Matematika Dasar
di Jepang dan Filipina”
Oleh
DARSONO

Judul           :  Elementary Mathematics Education Curriculum of Japan and the Philippines
Pengarang   :  Robesa R. Hilario and Du Wei
Asal              :  Robesa R. Hilario, Department Of Education Philippines
                        Du Wei, Akita Uniersity, Akita, Japan
Tahun          :  2006
Penerbit       :  CiNii, National Institute of Informatics Scholarly and Academic Information Navigator
Tempat        :  Jepang
Read More..

Cara Mudah Susun Triple Pythagoras

Cara Mudah Tentukan Triple Pythagoras (by : Darsono)
A.      Dasar bilangan ganjil
Contoh:
1.       32 = 9 = 4 + 5, Jadi 3, 4, 5 triple pythagoras.
Bukti: 32 + 42 = 52 ↔ 9 + 16 = 25
2.       52 = 25 = 12 + 13, Jadi 5, 12, 13 triple pythagoras.
Bukti: 52 + 122 = 132 ↔ 25 + 144 = 169
3.       72 = 49 = 24 + 25, Jadi 7, 24, 25 triple pythagoras.
Bukti: 72 + 242 = 252 ↔ 49 + 576 = 625
4.       92 = 81 = 40 + 41, Jadi 9, 40, 41 triple pythagoras.
Bukti: coba untuk latihan pembaca
Dst
B.      Dasar bilangan genap
Contoh:
1.       42 = 16
¼ .16 = 4, ambil dua bilangan bulat yang terdekat dengan 4 yaitu 3 dan 5
Jadi 4, 3, 5 tryple pythagoras
Bukti : 42 + 32 = 52 ↔ 16 + 9 = 25
2.       62 = 36
¼  .36 = 9, ambil dua bilangan bulat yang terdekat dengan 9 yaitu 8 dan 10
Jadi 6, 8, 10 tryple pythagoras
Bukti : 62 + 82 = 102 ↔ 36 + 64 = 100
3.       82 = 64
¼  .64 = 16, ambil dua bilangan bulat yang terdekat dengan 16 yaitu 15 dan 17
Jadi 8, 15, 17 tryple pythagoras
Bukti : 82 + 152 = 172 ↔ 64 + 225 = 289
4.       102 = 100
¼.100 = 25, ambil dua bilangan bulat yang terdekat dengan 25 yaitu 24 dan 26
Jadi 10, 24, 26 tryple pythagoras
Bukti : coba sendiri ya...
Read More..

Teorema Baru

Misalnya ABCD adalah persegipanjang dengan P sebarang titik di dalam bidang ABCD, sehingga PA, PB, PC, dan PD masing-masing sama dengan a, b, c, dan d maka berlaku a2 + c2 = b2 + d2 “

Bukti:  buat garis EG//AD dan HF//AB masing-masing melalui P.             
(1)      PH2 + PE2 = a2
(2)      PE2 + PF2 = b2
(3)      PF2 + PG2 = c2
(4)      PG2 + PH2 = d2
Read More..

Senin, 17 Mei 2010

UN dan Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan (secara singkat)adalah untuk membangun: peradaban, kepribadian, aqhlak mulia, dan karakter bangsa. Artinya mereka harus menguasai pengetahuan dan skill dilengkapi dengan karakter dan kepribadian.
Menurut Mendiknas, penanaman karakter yang paling penting adalah kejujuran karena kejujuran bersifat universal.
Bagaimana dengan UN? Dengan menyuarakan "UN jujur" Mendiknas optimis bahwa kita telah menjalani satu tahap pendidikan karakter.
Benarkah demikian? Benarkah UN "jujur". Benarkah "UN jujur" memberi indikasi kemajuan pendidikan karakter.
Wow, Pendidikan karakter yang seperti apa yang kita harapkan?
Sekolah adalah lahan pembinaan karakter. Maka dibutuhkan komitmen dan keseriusan untuk menumbuhkembangkan pendidikan karakter tersebut. Dengan bercermin melalui lensa moral untuk menilai apakah segala sesuatu yang berlangsung di sekolah mempengaruhi perkembangan karakter siswa.
Read More..

Hari Jum'at

Ada apa dengan hari Jum'at. Perenungan dari pertanyaan Cik Wer.
Ada baik kita baca YANG INI. Read More..

Jumat, 07 Mei 2010

Multiple Intellegence di YIMI Gresik


Prestasi SMP YIMI Gresik, Peraih Nilai Rata-Rata Tertinggi se-Gresik.
Terapkan Sistem Pembelajaran Sesuai Gaya Belajar Siswa

Dominasi sekolah negeri mulai bergeser. Hasil pengumuman ujian akhir nasional (unas) SMP sederajat, yang diumumkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sabtu (21/6), menetapkan SMP YIMI rata-rata tertinggi se-Gresik. Seperti apa pendidikan dan pengajaran di YIMI?

CHUSNUL CAHYADI, Gresik.

SPANDUK berukuran 1,5 x 6 meter terbentang di depan SMP Yayasan Islam Malik Ibrahim (YIMI). Spanduk itu bertulisan Selamat dan Sukses. Isinya, sejumlah prestasi yang diraih siswa sekolah yang berlokasi di Jalan Jakgung Suprapto, Gresik, itu. Misalnya, juara pertama lomba scrabbel se-Gresik.

Di bidang akademik sekolah yang berdiri pada 2004 itu sukses mengantarkan Hammam Muhammad Al-Afghani, peraih juara pertama olimpiade sains bidang fisika se-Gresik. Sukses itu pun berlanjut.

Hasil unas yang diumumkan Dinas P dan K Gresik pada Sabtu lalu (21/6) menetapkan SMP YIMI, full day school sebagai peringkat pertama se-Gresik. Dengan rata-rata nilai 35,63 untuk empat mata pelajaran, yakni bahasa Indonesia 8,65; bahasa Inggris 8,81; matematika 9,35; dan IPA 8,82.

Sekolah yang dipimpin Muh. Shobirin itu berhasil menggeser dominasi SMPN 1 Gresik maupun SMPN 2, 3, dan 4 Gresik, yang selama ini menjadi favorit calon siswa di Gresik.

SMPN 1 Gresik berada di posisi runner up dengan rata-rata 35,06; SMPN 4 Gresik menempati 13 besar; SMPN 3 Gresik ranking ke-15, dan SMPN 2 Gresik di posisi 25. SMP negeri dan swasta di Gresik 94 sekolah.

"Sukses kami berkat kerja sama antara yayasan, kepala sekolah, direktur YIMI, dan ketua pendidikan," kata Ketua Umum YIMI Gresik Hasan Syahab kemarin (22/6).

Keberhasilan SMP YIMI itu memang di luar dugaan. Sebab, di sekolah tersebut sistem penerimaan siswa baru (PSB) tanpa tes. Berbeda dengan PSB untuk sekolah negeri. PSB masuk sekolah negeri, calon siswa harus menjalani tes tulis PSB, hasil unas, prestasi akademik, dan non-akademik.

Elemen itu kemudian di skoring untuk pemeringkatan. Dengan begitu, calon siswa yang masuk di sekolah negeri adalah siswa-siswa yang telah mempunyai basic intelegensi dan prestasi akademik yang jempolan. Sebab, hasil saringan yang cukup ketat.

''Tapi, di sini (SMP YIMI, Red) semua bisa masuk. Asalkan tidak melebihi kuota,'' tandas Ketua I Bidang Pendidikan YIMI Taufiq Harris mengawali pembicaraan dengan Jawa Pos di Kantor YIMI, Jalan KH Agus Salim kemarin (22/6) petang.

''Sebab, pada dasarnya, semua siswa mempunyai kelebihan sendiri-sendiri,'' tambahnya. Taufiq Harris mengatakan, SMP YIMI Gresik adalah sekolah berbasis multiple intelegence system (MIS).

Dalam konsep tersebut, bukan the best input melainkan the best process yang diutamakan. Artinya, ketika masuk sekolah itu, apa pun kondisinya akan diterima. Sebab, proses PSB tanpa menggunakan seleksi alias calon siswa yang mendaftar terlebih dahulu itu yang diterima hingga pagu terpenuhi.

Tidak ada gelombang kedua, apalagi siswa cadangan. PSB tahun ini SMP YIMI menerima 180 calon. ''Setelah siswa masuk, potensinya ditingkatkan. Dan, setiap anak punya kecenderungan dan kecerdasan masing-masing,'' tandas Taufiq.

Nah, di sinilah peran sekolah menggali potensi calon siswa. Untuk menemukan potensi tersebut, sebelum siswa memulai mengikuti proses belajar mengajar, sekolah melakukan multiple intelegence research (MIR).

MIR, kata sarjana hukum Universitas Gresik itu, berguna untuk pembagian kelas sesuai dengan kecenderungan kecerdasan siswa. ''Dalam diri siswa pasti ada kecenderungan kecerdasannya,'' katanya.

Di antaranya, mungkin, kecerdasan linguistik, logis tematik, interpersonal, intrapersonal, musikal, kenestetis, dan visual spasial.

MIR juga sebagai data guru untuk mengajar agar gaya guru mengajar sesuai gaya belajar siswa. ''Di sini guru yang menyesuaikan dengan gaya belajar siswa,'' tuturnya.
Read More..